“Imam Maturidi” Kunjungi PBNU, Perkuat Diplomasi Islam Moderat dan Jajaki Kerja Sama Ziarah Sejarah

0
133
Wakil Direktur Pusat Riset Imam Maturidi Dr. Shakhzod Islamov saat berkunjung ke kantor pusat PBNU diterima KH Ulil Abshar Abdalla bersama KH Nurul Yaqin dan KH Aceng Ginanjar Sya'ban

Jakarta, aswajatv.id – Kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Kramat Raya, Jakarta Pusat, menerima tamu istimewa pada Rabu (2/7/2025). Dr. Shakhzod Islamov, pakar teologi Islam dan Wakil Direktur Pusat Riset Ilmiah Internasional Imam Maturidi dari Uzbekistan, hadir bersama delegasi untuk mempererat hubungan intelektual dan keislaman antara dua negara.

Kedatangan Dr. Islamov dan rombongan disambut hangat oleh Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PBNU, KH Ulil Abshar Abdalla. Pertemuan dibuka dengan makan siang sebagai bentuk penghormatan, sebuah tradisi yang merefleksikan keramahan khas pesantren.

“Ini kunjungan yang terhormat. Imam Maturidi adalah salah satu pilar penting dalam fondasi teologis NU,” ujar Ulil, ulama lulusan Harvard University itu.

Menurut Ulil, teologi Maturidi menjadi dasar bagi pendekatan keislaman NU yang moderat, kontekstual, dan selaras dengan budaya lokal. “Kami menggunakan istilah khas seperti kyai, santri, dan pesantren untuk menjembatani nilai-nilai Islam dengan realitas masyarakat Indonesia,” tambahnya.

Delegasi Uzbekistan turut diwakili oleh Wakil Ketua Komite Urusan Agama Republik Uzbekistan, Davron Makhsudov. Ia menyampaikan apresiasi atas kontribusi NU dalam memelihara keberagaman dan merawat nilai-nilai Islam yang damai.

“Kami datang untuk mempererat silaturahmi, sekaligus menjajaki kerja sama layanan ziarah ke situs-situs penting sejarah Islam di Uzbekistan,” kata Makhsudov. Situs-situs itu antara lain makam Imam Bukhari, Imam Tirmidzi, dan tentu saja Imam Maturidi yang berada di Samarkand.

Baca Juga: Film “Pengin Hijrah” Siap Gebrak Bioskop dengan Nuansa Indonesia-Uzbekistan

Di akhir pertemuan, KH Ulil membuka peluang pertukaran pelajar dan beasiswa bagi generasi muda Uzbekistan untuk belajar di lembaga pendidikan NU.

Pertemuan ini turut dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, seperti KH Nurul Yaqin dari Suriah NU, Dekan Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Ismatu Ropi, Duta Besar Uzbekistan untuk Indonesia Oybek Eshonov, Direktur Pusat Riset Imam Bukhari Shovosil Ziodov, serta Wakil Rektor Akademi Islam Internasional Uzbekistan Dr. Irgash Daminov.

Langkah ini menandai babak baru dalam diplomasi Islam lintas negara—menghubungkan pemikiran klasik Maturidi dengan praksis Islam moderat di Nusantara. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here